INTEGRATED TOTAL BUSINESS PLANNING SYSTEM BERBASIS BALANCED SCORECARD DAN PERAN AUDITOR INTERNAL

Failing organizations are usually over-managed and under-led. Warren G. Bennis

Lingkungan bisnis telah mengalami perubahan dengan atribut perubahan: konstan, cepat, serentak, radikal, dan pervasif, yang menyebabkan bisnis menjadi sangat turbulen dan kompetitif. Atribut perubahan lingkungan bisnis menuntut pergeseran paradigma manajemen yang menyebabkan pergeseran pengetahuan manajemen (management knowledge) dan sistem manajemen (management system). Pengetahuan manajemen dibangun berdasarkan paradigma baru: customer value strategy, continuous improvement, dan organization system, sedangkan perubahan lingkungan bisnis yang sangat turbulen dan kompetitif menuntut pergeseran sistem manajemen dari sistem manajemen yang berfokus ke tactical dan operational ke manajemen strategik.

Pergeseran sistem manajemen ke sistem manajemen strategik menggeser titik berat pengelolaan, dari yang sebelumnya hanya berfokus ke: budgeting, implementation, dan control menjadi meluas ke: strategy formulation, strategic planning, programming, budgeting, implementation, dan monitoring. Sistem manajemen strategik ini menggeser falsafah perencanaan menjadi: perencanaan adalah menciptakan masa depan dari masa depan, leverage diletakkan pada intagible assets, continuous planning, dan multiscenario planning. Manajemen menciptakan Balanced Scorecard, yang semula hanya sebagai pengukur kinerja eksekutif, kemudian diperluas sebagai inti sistem manajemen strategik dan performance management system untuk seluruh personel organisasi.

Pergeseran management knowledge, management system, falsafah perencanaan, dan management tool pada akhirnya menggeser peran auditor internal menjadi:

  1. Sebagai perencana strategik (yaitu suatu perluasan pengendalian manajemen—suatu peran yang strategik);
  2. Berubah ke peran yang lebih bersifat konsultatif;
  3. Mengadopsi keterlibatan yang lebih proaktif dalam isu-isu besar dan strategik;
  4. Melaksanakan aktivitas yang menambah nilai;
  5. Bertindak sebagai agen perubahan untuk mengidentifikasi sifat dan arah perubahan yang bersifat organisasional;
  6. Menyeimbangkan antara peningkatan nilai pemegang saham dan melindungi kegiatan nilai pemegang saham;
  7. Menyeimbangkan kebutuhan berbagai jenjang manajerial.

Sebagai penutup, saya kutipkan kalimat bijak Abraham Lincoln berikut ini:

The most reliable way to predict the future is to create it.

Mulyadi, Drs., MSC, QIA, CPA, CA, CACP