Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terus berkembang telah mengubah cara kerja auditor. Tanpa sengaja, pandemi COVID-19 telah mendorong lebih banyak auditor untuk melakukan remote auditing dan berinteraksi dengan auditee melalui konferensi video dan TIK lainnya. Remote auditing merupakan integrasi TIK ke dalam proses audit, memungkinkan pengumpulan bukti audit, memfasilitasi komunikasi dengan auditee maupun sesama auditor, dan menggunakan TIK untuk segala bentuk pelaporan terkait dengan proses audit.
Tren bekerja dari rumah (work from home) mengubah cara kerja auditor dari permintaan (request) menjadi persyaratan (requirement). Mulai banyak organisasi menerapkan kombinasi antara on-site auditing dan remote auditing. Ketika organisasi mengkombinasi antara on-site auditing dan remote auditing, Kepala Satuan Kerja Audit Internal harus memahami dampak remote auditing terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan kerja auditor (work life balance). Ketidakseimbangan kehidupan kerja (stress, kelelahan, penurunan konsentrasi, penurunan energi untuk bekerja) merupakan masalah mendasar bagi auditor, karena dapat mempengaruhi kualitas hasil audit secara keseluruhan.
TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM WORKSHOP
- Mengidentifikasi potensi tantangan, manfaat dan kelemahan remote auditing.
- Membantu meningkatkan ukuran atau kualitas pengambilan sampel dalam proses audit, ketika disiapkan, divalidasi, dan digunakan dengan benar.
- Mengetahui pengaturan cara kerja audit, Di mana auditor dapat secara fisik bekerja di lokasi (on-site auditing) maupun bekerja secara jarak jauh (remote auditing).